Perubahan iklim menjadi ancaman global yang berdampak pada kehidupan masyarakat dan ekosistem. Di Indonesia, perubahan iklim menyebabkan banjir, kekeringan, dan degradasi lahan. WALHI berperan aktif dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim melalui advokasi, edukasi, dan aksi lapangan.
Sebagai organisasi advokasi, pengurangan emisi karbon menjadi fokus WALHI. Organisasi ini mendorong pemerintah dan sektor swasta untuk beralih ke energi terbarukan, mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, dan menerapkan praktik industri yang ramah lingkungan.
Selain itu, WALHI melakukan program rehabilitasi lahan kritis dengan menanam pohon, memulihkan vegetasi, dan menjaga kualitas tanah. Kegiatan ini membantu menyerap karbon, mencegah erosi, dan memperkuat ekosistem. Peran WALHI di sini sangat penting untuk meminimalkan dampak perubahan iklim secara lokal.
WALHI juga mengedukasi masyarakat tentang perubahan iklim melalui kampanye, seminar, dan program sekolah. Masyarakat diajak memahami penyebab, dampak, dan langkah mitigasi yang dapat dilakukan sehari-hari. Edukasi ini memperkuat kesadaran kolektif dan mendorong aksi nyata untuk lingkungan.
Dengan kombinasi advokasi kebijakan, rehabilitasi ekosistem, dan edukasi publik, WALHI terus berkontribusi dalam mengurangi dampak perubahan iklim di Indonesia. Peran organisasi ini menjadi kunci dalam membangun masyarakat yang lebih resilien dan lingkungan yang lestari.