Persatuan Panahan Indonesia atau PERPANI adalah induk organisasi yang menaungi seluruh aktivitas cabang olahraga panahan di Indonesia. Organisasi ini didirikan pada 12 Februari 1953 sebagai bentuk keseriusan bangsa Indonesia dalam mengembangkan panahan secara terstruktur dan berkelanjutan. Sejak awal berdirinya, PERPANI berfokus pada pembinaan atlet, pengembangan organisasi, serta peningkatan prestasi di tingkat nasional maupun internasional.
Panahan memiliki nilai historis yang kuat dan termasuk dalam cabang olahraga yang dipertandingkan di Olimpiade. Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah organisasi yang mampu mengatur sistem pembinaan, kompetisi, dan regulasi secara profesional agar panahan Indonesia dapat bersaing dengan negara lain.
Sebagai olahraga panahan yang bersifat prestasi, panahan memerlukan sistem pembinaan yang jelas dan berjenjang. PERPANI memiliki tugas utama dalam membina atlet mulai dari usia dini, tingkat pelajar, hingga atlet profesional. Pembinaan ini dilakukan melalui klub-klub panahan, pelatihan daerah, serta program pemusatan latihan nasional bagi atlet unggulan.
Selain pembinaan atlet, PERPANI juga berfungsi sebagai penyelenggara kompetisi resmi. Kejuaraan tingkat daerah, nasional, hingga seleksi internasional rutin digelar untuk mengukur kemampuan atlet dan sebagai sarana peningkatan jam terbang. Kompetisi tersebut menjadi bagian penting dalam mencetak atlet yang matang secara teknik, mental, dan disiplin.
PERPANI juga bertanggung jawab dalam menetapkan peraturan pertandingan sesuai standar nasional dan internasional. Tidak hanya itu, organisasi ini mengelola sistem lisensi dan sertifikasi bagi pelatih serta wasit, sehingga kualitas pembinaan dan pertandingan dapat terjaga secara konsisten.
Peran PERPANI dalam dunia olahraga nasional sangat signifikan. Melalui program pembinaan yang terarah dan berkesinambungan, atlet panahan Indonesia telah mampu meraih berbagai prestasi membanggakan di ajang SEA Games, Asian Games, hingga kejuaraan internasional lainnya. Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa sistem pembinaan yang diterapkan berjalan dengan baik.
Selain mengejar prestasi, PERPANI juga aktif memasyarakatkan olahraga panahan kepada masyarakat luas. Program pengenalan panahan di sekolah-sekolah, komunitas olahraga, dan event terbuka menjadi strategi untuk menumbuhkan minat generasi muda. Panahan dikenal sebagai olahraga yang tidak hanya melatih fisik, tetapi juga konsentrasi, kesabaran, ketepatan, dan pengendalian emosi.
Dengan pendekatan tersebut, panahan tidak hanya dipandang sebagai olahraga kompetitif, tetapi juga sebagai sarana pembentukan karakter dan gaya hidup sehat.
PERPANI memiliki struktur organisasi yang tersusun dari tingkat pusat hingga daerah. Pengurus Besar berada di tingkat nasional dan bertugas menyusun kebijakan serta program strategis. Di tingkat daerah, terdapat pengurus provinsi dan kabupaten/kota yang menjalankan pembinaan serta kompetisi sesuai dengan kebutuhan wilayah masing-masing.
Keanggotaan PERPANI terdiri dari atlet, pelatih, wasit, serta klub panahan yang telah memenuhi persyaratan organisasi. Setiap anggota memiliki kewajiban menjunjung tinggi sportivitas, disiplin, dan etika olahraga dalam setiap kegiatan.
PERPANI merupakan pilar penting dalam perkembangan panahan Indonesia. Dengan pembinaan atlet yang sistematis, penyelenggaraan kompetisi yang berkelanjutan, serta organisasi yang solid dari pusat hingga daerah, PERPANI terus berupaya meningkatkan prestasi olahraga panahan nasional. Keberadaan PERPANI diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi sekaligus memperluas kecintaan masyarakat terhadap panahan di Indonesia.